Senin, 27 September 2010

MENYIAPKAN OBAT

Menyiapkan obat ampul

a.Persiapan alat
1)Catatan pemberian obat atau kartu obat
2)Ampul obat sesuai resep
3)Spuit dan jarum yang sesuai
4)Jarum steril ekstra (bila perlu)
5)Kapas alkohol
6)Kassa steril
7)Baki obat
8)Gergaji ampul (bila perlu)
9)Label obat
10)Bak spuit
11)Bengkok
b.Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan obat dari ampul
1)Pertahankan sterilitas spuit, jarum dan obat ketika mempersiapkan obat dengan menggunakan prinsip steril
2)Buang bekas ampul pada tempat khusus setelah dibungkus dengan kertas tissue
c.Prosedur kerja
1)Cuci tangan
2)Siapkan alat-alat
3)Periksa label obat dengan catatan pemberian obat sesuai dengan prinsip 5 benar yaitu benar nama pasien, benar nama obat, benar dosis obat, benar cara pemberian obat, dan benar waktu pemberian obat
4)Lakukan penghitungan dosis sesuai dengan yang dibutuhkan
5)Pegang ampul dan turunkan cairan di atas leher ampul dengan cara melentikkan jari tangan pada leher ampul beberapa kali atau dengan cara memutar ampul dengan tangan searah jarum jam
6)Letakkan kassa steril diantara ibu jari tangan dengan ampul, kemudian patahkan leher ampul kearah menjauhi tenaga kesehatan dan orang sekitar
7)Buang leher ampul pada tempat khusus
8)Buka penutup jarum spuit, kemudian masukkan jarum ke dalam ampulntepat di bagian tengah ampul
9)Aspirasi sejumlah cairan dari ampul sesuai dengan dosis yang diperlukan
10)Jika terdapat gelembung udara dalam spuit harus dikeluarkan terlebih dahulu
11)Periksa kembali jumlah larutan dalam spuit, bandingkan dengan volume yang dibutuhkan
12)Bandingkan label obat dengan catatan pemberian obat
13)Bila perlu ganti jarum spuit yang baru, jika obat dapat mengiritasi kulit
14)Beri label spuit dengan label obat yang sesuai
15)Tempatkan spuit dalam bak spuit, kapas alcohol dan kartu obat diatas baki
16)Buang dan simpan kembali peralatan yang diperlukan
17)Cuci tangan

Menyiapkan obat vial
a.Peralatan
1)Catatan pemberian obat atau kartu obat
2)Spuit dan jarum yang sesuai
3)Vial obat sesuai resep
4)Jarum steril ekstra (bila perlu)
5)Kapas alkohol
6)Baki obat
7)Label obat
8)Bak spuit
9)Bengkok
b.Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyiapkan obat dari vial
1)Jika obat perlu dicampurkan, ikuti petunjuk dalam vial
2)Pertahankan kesterilan spuit, jarum dan obat saat menyiapkannya
3)Perlu pencahayaan yang baik saat menyiapkan obat ini
c.Prosedur kerja
1)Cuci tangan
2)Siapkan peralatan
3)Periksa label vial dengan catatan atau kartu obat sesuai prinsip 5 benar
4)Hitung dosis yang diperlukan. Bila perlu rotasikan cairan yang ada dalam vial dengan menggunakan tangan agar tercampur sempurna. Tidak boleh mengocok larutan dalam vial karena dapat menyebabkan larutan menjadi berbuih.
5)Buka segel pada bagian tutup obat tanpa menyentuh bagian karetnya
6)Usap bagian karet tersebut dengan kapas alkohol
7)Buka tutup jarum
8)Masukkan udara ke dalam spuit sesuai dengan jumlah obat yang dibutuhkan
9)Dengan hati-hati masukkan jarum secara tegak lurus tepat di tengah-tengah karet dari vial dan ujung jarum dijaga di atas permukaan obat.
10)Aspirasi sejumlah obat yang diperlukan sesuai dosis dengan menggunakan salah satu metode di bawah ini:
a)Pegang vial menghadap ke atas, gerakkan ujung jarum ke bawah hingga berada pada bagian bawah cairan obat. Kemudian tarik plunger hingga spuit terisi cairan obat sesuai dengan dosis yang diperlukan. Hindari untuk menghisap tetes terakhir dari vial.
b)Pegang vial menghadap ke bawah (terbalik), pastikan ujung jarum berada di bawah cairan obat dan secara bertahap aspirasi cairan obat sesuai dengan dosis yang diperlukan.
11)Bila terdapat udara pada bagian atas spuit, maka keluarkan udara yang ada dalam spuit tersebut ke dalam vial
12)Pada saat volume obat dalam spuit sudah tepat, maka cabut jarum dari vial dan tutup jarum dengan penutup jarum
13)Jika masih terdapat gelembung dalam spuit:
a)Pegang spuit secara vertical, dengan jarum menghadap ke atas.
b)Tarik plunger ke bawah dan jentikkan spuit dengan jari.
c)Dorong plunger perlahan ke atas untuk mengeluarkan udara, tetapi jaga agar tidak mengeluarkan larutan.
14)Periksa kembali jumlah larutan yang ada pada spuit, bandingkan dengan volume yang dibutuhkan
15)Bandingkan label obat dengan catatan pemberian obat yang sesuai
16)Ganti jarum spuit yang baru
17)Beri label spuit dengan label obat yang sesuai
18)Tempatkan spuit (dalam bak spuit), kapas alkohol, dan kartu obat di atas baki
19)Buang atau simpan kembali peralatan yang tidak diperlukan
20)Mencuci tangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar